Posted on / British Propolis

Tidak Terkenal di Bumi, Tapi Terkenal di Langit

Kisah Uwais Al Qarni yang luar biasa membuat saya sadar sesadar-sadarnya bahwa amalan terbaik seorang anak adalah berbakti kepada orang tuanya. Bagaimana dengan amalan terbaik seorang istri? Yakni berbakti kepada suaminya. Namun jangan salah, suami terbaik juga akan sayang kepada mertuanya dan menganggap mertuanya sebagai orang tuanya sendiri. Benar? Jika kamu sudah mendapatkan suami seperti itu maka berbahagialah, jika belum maka berdo’alah.

Nah, pada tulisan kali ini saya ingin menyampaikan sebuah pesan tentang bakti kepada orang tua. Benar yang disampaikan The Founder bahwa, “Berbakti mengundang rezeki, durhaka mengundang petaka”. Bahkan Ustadz Abi Makki pernah menyampaikan bahwa, “Mendo’akan orang tua lima kali dalam sehari saja sudah bisa dikatakan durhaka”. Menurut yang saya pahami maksud perkataan beliau adalah, “Tidak cukup hanya berdoa saja tapi tunjukkan action dan bakti kita kepada orang tua”.

Kembali lagi pada misi dari bisnis kita, yakni 3A, dimana tujuannya adalah untuk Allah dan Rasul, anak dan keluarga dan mal jariyah. Kira-kira, misi yang kita gembar-gemborkan ini sudah berjalan atau masih stagnan? Karena kalau misi masih stagnan, wajar donk kalau hasil juga stagnan. Ya kan?

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” (QS. Ath Thalaq: 2-3). Dan berbakti kepada orang tua adalah termasuk dari amalan takwa, ada banyak hadist yang menyebutkan tentang bakti anak kepada orang tua.

Pertanyaannya, sudahkah kita berbakti kepada orang tua? Sampai mana bakti kita? Sampai mana perjuangan kita? Apakah tahun ini kita berqurban buat orang tua? Kita mungkin belum bisa seperti Uwais Al Qarni yang menggendong ibunya dari Yaman ke Mekkah hingga punggungnya berdarah-darah. Maka, saya ulangi pertanyaan saya, sudah sampai dimana bakti kita kepada orang tua? Sudahkah kita berjuang sekuat tenaga? Seperti misi bisnis kita yang salah satunya adalah anak dan keluarga.

Alhamdulillah sejak bergabung di BP jendela pikiran saya jadi semakin terbuka dan sebagai seorang anak, saat ini saya juga sedang berusaha menunjukkan bakti kepada orang tua. Alhamdulillah, dengan wasilah dari BP tahun ini bisa kembali berqurban atas nama emak (ibu saya), bahkan Alhamdulillah saat ini juga proses pembangunan rumah untuk emak sedang berjalan. Semoga saya bisa benar-benar menjalankan misi yang telah kita tetapkan. Dan saya juga mendoakan, semoga teman-teman dimudahkan dalam berjuang untuk mewujudkan impian orang tua.

Kalau Uwais Al Qarni tidak terkenal di bumi tapi beliau terkenal di langit. Mudah-mudahan teman-teman dikenal penduduk bumi dan juga dikenal di langit. Berjuanglah hingga titik darah penghasilan. Sip ya?

Bismillah, pasti bisa!.

Sekian dari saya, semoga bermanfaat.

Yanti Terapis Hati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp