Soal penafkahan, sudah jelas, itu 100% urusan dan tanggung-jawab suami

Soal penafkahan, sudah jelas, itu 100% urusan dan tanggung-jawab suami. Walaupun mungkin istri itu bekerja atau berbisnis. Yang namanya tanggung-jawab tetaplah tanggung-jawab. Harus ada upaya dari suami untuk mencukupi.

Ingat, menikahi artinya menafkahi.

Kekerasan pada istri (KDRT) bukan hanya sekedar kekerasan fisik dan mental saja. Ada juga bentuk lainnya. Kekerasan finansial (kelalaian finansial) adalah salah satu kekerasan dalam rumah tangga yang sering terjadi, namun suami jarang menyadarinya.

Seperti dilansir dari Boldsky, rasa hormat istri terhadap suami bisa pelan-pelan berkurang ketika suami lalai akan tanggung-jawabnya, terutama untuk urusan kurangnya nafkah dan hadirnya masalah-masalah.

Jangan sampai istri ikut pusing karena urusan kurangnya nafkah. Apalagi sampai dibenturkan dengan masalah-masalah. Kalau hal ini terjadi berkali-kali, selama bertahun-tahun, waduh, ini sama sekali nggak sehat untuk sebuah hubungan pernikahan.

Istri yang harusnya merasa nyaman (secure) dan dilindungi (protected) oleh suami, akhirnya merasa sebaliknya. Waswas. Cemas. Kalau sudah begini, rasa hormat istri terhadap suami bisa pelan-pelan berkurang dan hilang.

Ini nggak main-main. Bahkan beberapa psikolog menilai, RASA HORMAT lebih krusial daripada RASA CINTA dalam sebuah hubungan pernikahan. Hati-hati.

Sekiranya si suami sudah bersungguh-sungguh nyari nafkah dan ternyata hasilnya nggak seberapa, saya yakin si istri juga akan memaklumi dan tetap hormat. Tapi ingat, harus ada kesungguhan. Pertanyaannya, apakah si suami sudah bersungguh-sungguh selama ini?

Think.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp