Posted on / Ippho Santosa

PHK 7 Juta

Bukan hal yang mengejutkan lagi, sebagian karyawan mengalami Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan dirumahkan tanpa tanggungan akibat pandemi ini. Berapa jumlahnya? Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mencatat, ada 7 juta karyawan.

Data ini jauh lebih besar ketimbang data yang dirilis oleh pemerintah.

“Yang dirumahkan atau dicutikan di luar tanggungan perusahaan (unpaid leave), itu kondisinya mayoritas. Tapi kalau yang di-PHK, jumlahnya relatif lebih kecil,” ungkap Ketua Umum (Apindo) Hariyadi Sukamdani kepada CNBC Indonesia, Mei 2020.

Ingat. Ini baru di bulan April dan Mei, keadaannya sudah seperti itu. Ke depan, bukan mustahil angkanya melonjak dengan sangat signifikan. Ada juga karyawan yang mengalami pemotongan gaji 50% hingga 60% dan ini relatif sulit untuk terdata.

Lantas, apa solusi dari saya? Selain berhemat, saran saya berikutnya adalah melakukan check-up finansial. Hitung tabungan Anda. Periksa aset-aset Anda, baik yang aset likuid maupun aset tak bergerak.

Lalu tentukan aset mana yang harus direlakan lebih dahulu kalau-kalau dibutuhkan. Tolong diingat, aset-aset yang ‘berkualitas’ hendaknya tetap dipertahankan sebisa-bisanya.

Bagaimana dengan mencari pekerjaan tambahan atau pekerjaan pengganti? Silakan saja. Ini bagian dari ikhtiar. Tapi saya lebih menyarankan Anda untuk memulai usaha yang bisa dilakukan dari rumah dan ditawarkan secara online. Yah, ada banyak yang bisa Anda jual. Misal, bumbu dapur, katering, snack, kue, minuman, atau sejenisnya.

Cari yang tahan lama. Boleh dibikin kering atau dibekukan.

Saya pribadi lebih menyarankan pemula untuk TIDAK memproduksi. Lebih baik habiskan 100% waktu produktif Anda untuk menawarkan dan memasarkan. Percayalah, ini akan lebih ringan dan lebih menghasilkan. Biarkan pengusaha lebih berpengalaman yang memproduksi barangnya untuk Anda.

Menjual suplemen adalah sesuatu yang sangat saya anjurkan. Selain menyehatkan dan sangat diperlukan saat ini, suplemen juga hemat space, hemat ongkir, dan tahan lama. Begitu habis dalam 3 atau 4 minggu, konsumen akan repeat order lagi.

Selanjutnya, hindari utang konsumtif. Kalaupun terpaksa berutang, pastikan Anda mampu membayarnya. Kita sama-sama tahu, porsi utang yang sehat adalah 30% dari penghasilan. Misal, penghasilan Anda Rp 6 juta, maka utang Anda tidak boleh lebih dari Rp 2 juta.

Maaf, ke depan keadaan ekonomi kita bisa begini-begini saja atau lebih buruk. Maka, persiapkan diri kita. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp