Posted on / Ippho Santosa

PASSION, PERLUKAH?

Satu hal yang harus kita ingat, menafkahi keluarga itu wajib, mengikuti passion cuma mubah. Bertanggung-jawablah. Jangan sampai kita kehilangan arah atau salah langkah…..

Bisnis sesuai passion, bolehkah? Boleh. Silakan. Tapi nggak harus. Tentu, sangat menyenangkan kalau kita bisa melakukan sesuatu yang kita sukai, kita kuasai, dunia butuhkan, dan kita dibayar. Konsep ikigai juga ngebahas itu. Tapi, jujur aja, nggak semua orang sampai di tahap itu…..

Kembali soal passion. Apakah kamu sudah menemukan passion-mu? Yakin itu memang passion-mu, bukan kesenangan sesaat? Apakah publik menghargai passion-mu dan mau membayar dengan layak? Apakah output dari passion-mu lebih baik daripada yang lain? Think…..

Misal, ada satu bidang yang awalnya kita anggap biasa-biasa aja. Tapi dari situ, kita menghasilkan Rp 100 juta sebulan. Saya yakin, pelan-pelan passion kita akan muncul di bidang itu. Berani taruhan saya, hehe. Nggak jadi deh, taruhan itu nggak baik…..

Nah bagi teman-teman yang sudah berkeluarga, ingat, anak dan istri perlu makan setiap hari. Argo kehidupan jalan terus. Belum tentu kesibukan di passion-mu itu bisa menghasilkan dengan layak. Sementara, tanggung-jawab sebagai penafkah adalah mutlak. Coba pikirkan lagi…..

YANG SAYA SARANKAN, mending cari bisnis yang bisa langsung menghasilkan, mudah untuk dibesarkan, dan nggak terlalu merepotkan. Mulai dulu dari situ. Bantu share ya kalau setuju…..

Mungkin sebagian kita dulu pernah pacaran. Mungkin pernah menemukan (katanya) cinta sejati. Tapi kalau sekarang kita sudah menikah, maka jadikan istri kita sebagai cinta sejati kita…..

Demikian pula dengan sebuah bidang atau bisnis yang jelas-jelas menghasilkan. Suka atau nggak suka, passion atau nggak passion, ada baiknya kita mulai mencintai bidang atau bisnis tersebut. Letakkan passion kita di sana…..

Sekian dari saya, Ippho Santosa…..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp