Posted on / Ippho Santosa

Nabi Muhammad itu Santun, Supel dan Sabar

Nabi tidak menyebut yang lain sebagai murid. Alih-alih begitu, Nabi menyebutnya sebagai sahabat. Ya, sebagai sahabat. Nyaman dengarnya. Ada kesetaraan di sini. Ada pemuliaan di sini.

Cukupkah sampai di situ? Nggak juga. Nabi pun membaur dengan mereka. Supel. Tanpa gap. Duduk bersama, makan bersama, berjuang bersama. Walhasil sahabat merasa di-wong-kan dan diberdayakan.

Begitulah, Nabi itu santun dan supel.

Bukan itu saja. Pesan-pesan kebenaran, beliau sampaikan dengan sejuk. Dengan sabar. Nggak marah-marah. Semoga jadi pelajaran bagi kita saat menyampaikan pesan-pesan kebenaran.

Terkadang sebagian kita mudah kehilangan kesabaran saat menyerukan kebenaran (baca: dakwah). Kita berharap orang berubah seketika. Padahal di sisi lain kita tahu persis bahwa apa-apa itu perlu proses.

Ingat, Allah pun maha penyabar.

Kalau seorang manusia terus-menerus berbuat salah, mungkin orang lain akan bosan sama dia. Tapi, Allah beda. Allah maha pemurah, Allah maha pengampun. Jangan sampai kita berputus-asa dari rahmat-Nya.

Selagi kita dikasih umur, berarti kita dikasih kesempatan untuk memperbaiki diri, insya Allah. Menariknya, saat kita berusaha memperbaiki diri, Allah akan memperbaiki urusan-urusan kita. Yakin.

Kembali ke tugas kita sebagai hamba. Silakan menyampaikan pesan-pesan kebenaran. Itu kegiatan dan kesibukan yang sangat mulia. Tapi sampaikanlah dengan sabar, seperti muatan Surah Al-Asr.

Ada dua video menarik di IG saya tentang ini. Tepatnya tentang santun, supel, dan sabar. Terinspirasi dari Nouman Ali Khan. Silakan cek di IG saya @ipphoright. Sengaja saya posting dua video ini menjelang Ramadhan.

Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp