Posted on / Ippho Santosa

MENTAL PEMENANG

Entrepreneur pastilah seorang pemenang. Maksudnya, bermental pemenang.

Tidak risih dengan penolakan.
Tidak takut dengan kerugian.
Tidak kapok dengan kegagalan.

Sejatinya, bagi mereka yang bermental pemenang, kegagalan dan tekanan adalah ‘ruang belajar’. Yah, bukan berarti mereka pengen gagal. Nggak dong. Namun mereka berusaha memetik ilmu dan hikmah di balik kegagalan.

Dan, ada satu hal yang perlu kita catat benar-benar. Doa yang belum dikabulkan dan impian yang belum terwujudkan, menyimpan hikmah. Di antaranya, membuat kita lebih tangguh dan lebih sabar, juga lebih giat dalam beramal dan berikhtiar.

Betul apa betul?

Sejujurnya, menurut saya, gagal itu biasa. Sukses juga biasa. Nggak usah lebay. Tak perlu didramatisir. Lagi pula, kalau sedang gagal, jangan disebut-sebut. Ntar malah jadi doa. Makin gagal.

Orang lain pun muak dan mual mendengarnya. Mestinya harapkan yang baik-baik, ucapkan yang baik-baik, lakukan yang baik-baik. Mudah-mudahan hasilnya membaik. Insya Allah.

Dan sebagus-bagusnya rencana kita, belum tentu sesuai dengan rencana Allah. Perlu sabar, baik sangka, dan tawakal. Minimal, kita dicatat Allah sebagai hamba yang bersabar, berbaiksangka, dan ridha dengan ketetapan-Nya.

Awal Maret ini, saya dan 100-an mitra tidak jadi berumrah. Gagal berumrah. Kami ketahan di Turki. Kecewa, iya. Sedih, iya. Tapi kami berusaha untuk berbaiksangka. Toh cuma ditunda, bukan dibatalkan. Alhamdulillah kami pun berkesempatan untuk menjelajahi dan menikmati Turki.

Sekali lagi, jangan lebay dengan kegagalan. Biasa saja. Tak perlu didramatisir. Alih-alih begitu, anggaplah kegagalan sebagai ‘ruang untuk belajar’. Siap? Nggak ada pilihan lain, setiap kita harus siap. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp