Ketika uang bisa membeli kebahagiaan

Ketika uang bisa membeli kebahagiaan

Seorang peneliti di University of Cambridge di Inggris, Joe Gladstone, mengakui studi yang ada secara historis menunjukkan korelasi yang lemah antara uang dan kebahagiaan.

Namun Joe Gladstone mengklaim studinya menemukan sesuatu yang baru. Menurut studinya, uang bisa membeli kebahagiaan. Ya, kebahagiaan bisa dibeli. Syaratnya, kita harus membeli hal-hal yang cocok dengan kepribadian kita.

Sementara itu, riset klasik menunjukkan yang sebaliknya. Menurut Harvard Study of Adult Development, kunci kehidupan yang bahagia adalah kekuatan hubungan dengan keluarga, pasangan, dan sahabat. Bukan pada uang dan ketenaran. 

Lantas, apa pendapat saya? Sepertinya, lebih tepat kalau uang disebut sebagai alat bantu untuk mencapai kebahagiaan. Uang bukan semata-mata bertujuan konsumsi alias kepentingan pribadi. Melainkan uang juga bertujuan distribusi alias berbagi kepada sesama.

Lebih lanjut, telah ditemukan istilah ‘warm-glow-effect’ oleh James Andreoni pada tahun 1989. Di mana munculnya bermacam perasaan positif setelah menolong dan berbagi. Ya, bahagia dapat diraih dengan sederet cara, salah satunya dengan berbagi.

Kembali soal bahagia. Saya sudah menulis tentang rahasia bahagia dan alhamdulillah sudah ribuan yang baca. Insya Allah tulisan ini penting sekali. Simak deh » http://bit.ly/BAHAGIA

Karena tulisan ini sangat penting, saya pun rela berbagi e-book untuk 10 pemenang bagi mereka yang sungguh-sungguh membacanya. Minat? Caranya:

Buka blog ini » http://bit.ly/BAHAGIA

Berikan komen Anda di blog tersebut. Mohon cantumkan juga alamat email Anda.

Boleh komen berulang untuk memperbesar kemungkinan menang.

Saya akan memilih 10 pemenang. Semoga tulisan saya dan ebook saya ini membawa kebahagiaan juga kesuksesan dalam hidup Anda.

Mohon doanya juga untuk saya beserta keluarga.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp