Posted on / Ippho Santosa

Ketika ngumpul Lebaran

Ketika ngumpul Lebaran, sang nenek yang sudah lumayan berumur menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh cucunya yang cerdas terkait suaminya dan pernikahannya. Kebetulan saat itu sang kakek berada di kebun.

Cucu: Apakah nenek merasa kakek ada kekurangannya?

Nenek: Wah, banyak sekali! Sebanyak bintang di langit! Tak sanggup ku menghitungnya!

Cucu: (Kaget) Apakah kebaikan kakek juga banyak sekali?

Nenek: Wah, sedikit sekali! Bagai matahari di langit! Semua orang tahu jumlahnya!

Cucu: (Penasaran) Lha, terus kenapa nenek sanggup hidup bersama kakek selama setengah abad dan tetap saling menyayangi?

Nenek: Karena begitu matahari terbit, semua bintang di langit tak lagi kelihatan!

Cucu: Oo, begitu rupanya.

Hehehe. Kekurangan kadang menimbulkan kekesalan. Akan tetapi, rasa kasih-sayang menutupi segala kekesalan juga mencegah sebuah pertengkaran. Ini baru romantis namanya.

Di buku ‘Enteng Jodoh Enteng Rezeki’ saya dan Shamsi Ali (imam di New York) membahas soal jodoh dan pernikahan, lengkap dengan data-data ilmiah agar lebih meyakinkan. Semoga jadi solusi buat para suami, para istri, calon suami, dan calon istri. Fyi, royalty for charity.

Terakhir ingatlah, ciri pria romantis itu sedikit bicara, banyak transfer. Hehehe, nggak usah tersinggung. Banyak transfer itu bagus tho? Wong untuk berbakti, menafkahi, menggaji, belajar, dan bersedekah. Insya Allah itu mengundang berkah dan berlimpah.

Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp