Posted on / Ippho Santosa

BERHEMAT BUKAN BERARTI MAIN PECAT

Sebelumnya sudah saya bahas, agar tetap bertahan di masa-masa menantang seperti ini, kita sebagai pengusaha terutama yang pemula harus menerapkan rumus ECHO, yaitu Efficient, Creative, Health-Concerned, Online. Sekarang kita singgung sedikit soal efisiensi. Soal budgeting.

Salah satu BUKTI perencanaan yang matang adalah penganggaran dana dengan tepat. Penggunaan dana ini mesti tepat jumlahnya dan tepat timing-nya. Simple-nya begini. Alokasikan secara HEMAT tapi tetap efektif untuk pembelian barang (repeat order), pemasangan iklan (di IG, FB, dan marketplace), dan pengiriman barang.

Kurang cermat dalam penganggaran dana bisa membuat bisnis kita keteteran di tengah jalan.

Lantas, bagaimana dengan karyawan dan penggajian karyawan? Saran saya, sebagai pemula, untuk tahap awal jangan dulu pakai karyawan. Tapi sekiranya sudah punya karyawan, hati-hati, itu amanah. Jangan sampai ada pengurangan karyawan, jangan sampai ada pengurangan gaji.

Mungkin saat ini, karyawan kita nggak terlalu produktif. Yah mau gimana lagi? Keadaan yang memaksa. Bukan maunya dia. Saran, gaji dan tunjangan mereka tetap kita tunaikan. Namanya pengusaha yah mesti siap untung dan SIAP RISIKO. Jangan mau enaknya saja.

Sekiranya Anda terpaksa menjual aset atau berutang demi membayar gaji dan tunjangan karyawan, yah lakukan saja. Itu lebih baik. Saya pun pernah melakukan itu. Dulu saya sampai menggadaikan barang agar gaji dan tunjangan karyawan tetap terbayarkan.

Menurut saya, berhemat bukan berarti main pecat. Buktikan bahwa Anda memang pengusaha, tempat bernaungnya banyak orang. Saat Anda bertekad dan berusaha menaungi banyak orang, insya Allah potensi Anda akan keluar. Percayalah, Allah akan memampukan Anda, Allah akan memajukan usaha Anda. Sekian dari saya, Ippho Santosa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp