Beramal ikhlas, tahu-tahu pahalanya terkikis bahkan habis

Beramal ikhlas, tahu-tahu pahalanya terkikis bahkan habis.

Kok bisa? Karena kemudian ia merasa sombong, merasa berjasa, atau meremehkan orang lain. Tapi, bisa juga pahalanya berkurang karena salah dalam memilih respons.

Contohnya?

Membina. Tulus. Kemudian ia dituduh modus oleh seseorang dan ia tidak terima dengan tuduhan itu. Kesal. Kalau sudah begitu, bukan mustahil pahalanya akan berkurang.

Berbagi. Ikhlas. Kemudian ia dituduh pelit oleh seseorang dan ia tidak terima dengan tuduhan itu. Marah. Bukan mustahil pahalanya akan berkurang.

Berbakti. Sepenuh hati. Kemudian ia dituding durhaka oleh keluarganya dan ia tidak terima dengan tudingan itu. Sakit hati. Bukan mustahil pahalanya akan berkurang.

Begini. Kalau memang ridha Illahi yang dicari, mestinya kita tidak perlu terlalu pusing dengan pendapat manusia, sesinis apapun itu. Jangan terlalu dianggap.

Selanjutnya, apa saran saya? Cukuplah ingat nama-nama mereka, agar kelak kita bisa berhati-hati. Maksudnya? Begini. Sering-sering mendengar pendapat mereka, bisa melemahkan semangat kita sebagai pemula.

Ikhlas dan menuju ikhlas memang tidak mudah. Bagi saya, ini adalah perjuangan tanpa akhir. Jadi, teruslah berbuat. Teruslah beramal. Sambil kita jaga niat kita baik-baik.

Siap? 🙂

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp