Posted on / Ippho Santosa

Awal Maret 2020

Awal Maret 2020, ketika pemerintah mengumumkan dua orang positif terinfeksi virus Corona, satu Indonesia langsung geger. Padahal saat itu angkanya cuma dua orang. Sekarang? Belasan ribu orang! Anehnya, kebanyakan kita sekarang merasa tenang-tenang saja. Sepertinya itu dianggap wajar-wajar saja.

Dalam konteks berbeda, sebenarnya ini juga terjadi dalam bully dan caci-maki. Ketika Anda pertama kali di-bully, Anda mungkin merasa drop dan down. Sedih, kecewa, atau marah. Tapi, saat Anda sudah mengalami ribuan kali bully dan caci-maki, Anda akan lebih mampu dalam mengendalikan emosi. Nggak reaktif.

Demikian pula dalam bisnis. Ketika Anda pertama kali mengalami kegagalan, kemungkinan Anda merasa drop dan down. Tapi, saat Anda sudah menghadapi kegagalan, penolakan, bahkan kebangkrutan berkali-kali, Anda cenderung lebih mampu dalam mengendalikan perasaan dan tindakan. Nggak reaktif.

Begitulah. Seiring berjalannya waktu, manusia memang dirancang untuk mampu mengendalikan diri dan beradaptasi. Salah satu mitra saya, ketika pertama kali mengalami penolakan, kepalanya langsung keliyengan dan tensinya langsung naik. Tapi, itu dulu. Sekarang? Alhamdulillah dia merasa lebih tenang. Santai.

Prediksi saya, setelah Lebaran, akan lebih banyak pengusaha yang terbiasa dengan pandemi. Mereka akan kembali menjalankan roda usahanya seperti semula walaupun dengan berbagai penyesuaian. Bahkan karyawan pun akan diminta untuk WFO, nggak WFH lagi. Toh kehidupan tetap berjalan.

Mungkin ini yang dimaksud Presiden Jokowi ‘berdamai dengan Corona’.

Begini. Menurut saya, nggak mungkin kita berdiam diri selama berbulan-bulan, hanya menunggu rilisnya obat atau vaksin Corona. Mustahil. Bersama-sama kita harus mencari cara untuk tetap aktif dan produktif, tanpa mengabaikan faktor kesehatan dan keselamatan. Betul apa betul?

Saya dan mitra-mitra saya nggak terlalu masalah dengan WFH, karena sejak dulu yah kami sudah begitu. Tapi, tidak semua orang seperti kami. Sebagian besar orang memang perlu keluar rumah untuk mendapatkan nafkah, meluaskan manfaat, dan menyalurkan potensi. Sekali lagi, kehidupan tetap berjalan.

Benarkah prediksi saya? Hm, kita lihat saja setelah Lebaran.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp