Anda karyawan? Anda pengusaha?

Anda karyawan?
Anda pengusaha?

Simak deh…

Sekarang kita berandai-andai. Katakanlah, ada seorang laki-laki jahat. Sebut saja, preman. Mungkin ia masih berani mencuri sebuah jambu. Mungkin pula, ia masih berani memakan jambu curian tersebut. Yah, namanya juga orang jahat. Preman. Akan tetapi, beranikah ia memberikan jambu curian itu kepada ibu, istri, atau anaknya? Kemungkinan besar, ia tidak berani. Kenapa? Disadari atau tidak, seorang laki-laki sejati masih berprinsip, “Walau bagaimanapun, keluargaku harus menikmati makanan yang baik-baik. Bukan jambu curian.”

Sadarkah kita:

  • Kalau kita pejabat atau aparat, lalu kita menerima suap, berarti kita telah menafkahi keluarga kita dengan jambu curian!
  • Kalau kita pengusaha atau profesional, lalu kita memperoleh proyek karena memberikan suap, berarti kita telah menafkahi keluarga kita dengan jambu curian!
  • Kalau kita karyawan, lalu kita memperoleh uang karena manipulasi atau sejenisnya, berarti kita telah menafkahi keluarga kita dengan jambu curian! Dengan kata lain, kita lebih parah daripada preman yang dikisahkan tadi!

Think…

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp