Ada Dua Jenis Jomblo : available dan avai-labil

Ada Dua Jenis Jomblo:
available
avai-labil

Belum menikah?
Baru menikah?
Baca ini deh…

Riset yang dilangsungkan Australian Centre on Quality of Life merangkum, fase awal pernikahan (fase bulan madu) tidak selalu membuat pasangan merasa bahagia. Sementara, pasangan yang sudah menikah setidaknya 40 tahun ternyata lebih bahagia. Nah lho!

Apakah harta yang menentukan kebahagiaan? Nggak juga.

Saya dan istri menikah secara sederhana. Cuma syukuran di rumah. Pakai 2 tenda (awalnya cuma 1 tenda). Sebelum menikah, dia juga nggak minta macam-macam. Menurut saya, wanita yang nggak minta macam-macam, justru layak diperjuangkan dan diberikan macam-macam. Yang setuju, boleh share.

Kami bertemu cuma sekali, lalu kami memutuskan untuk menikah. Nggak pake pacaran. Menurut kami, saling kenal nggak harus pake pacaran. Resepsi kami sederhana, hidup kami awal-awal juga sederhana. Ya, serba sederhana. Walaupun restoran Sederhana tidak jadi sponsor dalam tulisan ini, hehehe.

Setelah menikah, rezeki kami membaik. Alhamdulillah, setahun setelah menikah, saya mengajaknya berumrah. Tak lama, tiga tahun berselang, kami pun berhaji. Setelah ke Tanah Suci, kami ke Amerika dan Jepang. Alhamdulillah, Dia Maha Pemurah.

Saran saya bagi teman-teman yang belum menikah, carilah pasangan yang siap berjuang namun juga siap hidup sederhana. Boleh-boleh saja berniat untuk kaya, namun kesiapan untuk hidup sederhana adalah keniscayaan. Sekali lagi, nis-ca-ya. Kenapa? Namanya hidup, percayalah, kadang tak seindah drama Korea atau film India. Ada fase-fase susah.

Perlu ditegaskan di sini, tak perlu terpana dan terpesona dengan resepsi ala artis atau pejabat di infotainment. Wong, sebagian reporter di infotainment itu sering enek ketika meliput mereka, hehehe. Jangan pula baper apalagi iri saat melihat foto honeymoon teman yang terpapar di Facebook dan Instagram. Tetaplah bertekad untuk resepsi secara sederhana.

Kalaupun ada rezeki lebih, besarkan saja di mahar, bukan di resepsi. Inilah yang sebenarnya dianjurkan oleh agama. Dengan dimaharkan begitu, uangnya nggak ‘hilang’ kan? Cuma berpindah ke tangan istri (pas BU, bisa dipinjam lagi, hehehe). Sekiranya jor-joran di resepsi, yang untung cuma Wedding Organizer, hehehe. Serba-serbi pernikahan, saya bahas di buku #EntengJodoh, yang sudah tersedia di Gramedia dan royaltinya semua untuk charity.

“Wah, susah nyari pasangan yang mau diajak hidup sederhana!” Nggak juga. Itu tergantung kita. Karena nilai-nilai yang kita anut akan memancar dan menarik tipe orang yang sejenis. Maka dari itulah saya selaluuuuu berseru, “Pantaskan diri, perbaiki diri.” Soalnya, kita hanya dipertemukan dengan orang-orang yang pantas untuk kita. Ini berlaku dalam jodoh dan pergaulan.

Siap? #NikahSana

Ada baiknya, sekarang Anda share tulisan ini kepada teman-teman Anda. Saling mengingatkan. Terutama mereka yang belum menikah atau baru menikah.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp