Posted on / Ippho Santosa

300 Orang Mati Sehari di Indonesia Karena Penyakit Ini

Mana yang lebih mengerikan di pikiran kita? Kata Corona, TBC, DBD, atau asma? Sebelum Anda menjawab, “Corona!” ada baiknya Anda simak dulu data-data berikut ini. Tenang-tenang.

Berdasarkan data WHO, Indonesia adalah negara dengan jumlah penderita TBC tertinggi di dunia, setelah India dan China. Dengan total kasus kematian 300 orang per hari. Ya, 300 orang per hari. Bahkan setiap tahunnya ada 1 juta kasus baru TBC di Indonesia.

Itu TBC. Bagaimana dengan DBD? Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, di Indonesia jumlah penderita DBD di atas 13.000 orang dalam sebulan. Dengan angka kematian akibat DBD mencapai 130 orang dalam sebulan.

Kalau asma? Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), pengidap asma di Indonesia di atas 1 juta orang. Boleh dibilang, 1 dari 22 orang di Indonesia menderita asma. Tapi hanya 54% yang terdiagnosis. Berdasarkan data WHO, angka kematian akibat asma di Indonesia mencapai 1,77% dari total jumlah kematian penduduk.

Bagaimana dengan virus Corona? Jawablah dengan jujur dan jernih. Ternyata angka-angka terkait TBC, DBD, atau asma jauuuuuh lebih mengerikan. Tepatnya, lebih mematikan.

Saya memunculkan data-data ini bukan untuk meremehkan ancaman #VirusCorona. Sama sekali bukan. Di sini saya semata-mata ingin mengajak kita semua untuk berpikir lebih rasional dan lebih proporsional. Itu saja.

Kehati-hatian kita terhadap virus dan penyakit, haruslah bersifat menyeluruh. Tidak boleh tebang pilih. Khusus terhadap Corona, menurut saya, dua kata kuncinya adalah kebersihan tangan dan imunitas tubuh. Drh Indro Cahyono, seorang virologist (ahli virus) menyarankan konsumsi vitamin E dan C terkait imunitas.

Lantas, bagaimana dengan propolis? Propolis sebenarnya mengandung dua vitamin ini, E dan C, juga zat-zat baik lainnya. Tidak heran menurut pemberitaan Detik, Tempo, Kompas, dan Indosiar awal Maret 2020, disampaikan bahwa propolis sangat berpotensi untuk mencegah virus Corona. Propolis juga dikenal sebagai antibiotik alami, bahkan salah satu terkuat di muka bumi.

Saya pribadi hanya ingin menegaskan kembali dua kata kunci tadi, yaitu kebersihan tangan dan imunitas tubuh. Doa? Tentu. Menyertakan ikhtiar sekaligus doa memang fitrah kita sebagai hamba Allah. Itu saja. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga kita dan keluarga kita selalu sehat, di bawah lindungan Allah. Aamin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Chat Whatsapp